Cara Meningkatkan Kecepatan Website

Meningkatkan kecepatan website sangat penting untuk diperhatikan oleh para pengembang website. Selain mempengaruhi peringkat di mesin pencari, kecepatan website juga sangat berpengaruh terhadap para pengunjung. Kita semua pasti pernah mengalami bagaimana jengkelnya ketika membuka sebuah halaman web yang sangat lambat. Kadang-kadang kita memilih untuk kembali atau meninggalkan situs tersebut.

Sebenarnya banyak sekali faktor yang membuat website berjalan sangat lambat. Selain faktor sinyal atau jaringan internet yang dimiliki para pengguna web browser, faktor dari pengembang website juga sangat besar dalam mempengaruhi kecepatan website. Banyak sekali hal yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan kecepatan website. Berikut ini beberapa metode atau acara untuk meningkatkan kecepatan website secara optimal.

Menggunakan CDN

CDN atau content delivery network adalah sebuah jaringan server yang mendistribusikan data dari server utama ke seluruh jaringan server pusat data yang di dunia. Jika sebuah server website berlokasi di Indonesia, maka CDN akan mendistribusikan semua file website ke seluruh dunia melalui jaringan server yang dimiliki oleh penyedia CDN.

Sebagai contoh, jika orang Amerika membuka website yang berlokasi di Indonesia, maka mereka tidak akan mengambil data dari server asal yang berada di Indonesia, tetapi akan mengambil data dari server yang terdekat yang berada di Amerika. Sehingga pengiriman data akan lebih cepat karena pengunjung website tidak perlu meminta data langsung ke server asal yang berlokasi sangat jauh. Banyak sekali penyedia layanan CDN baik yang gratis maupun yang berbayar, seperti CloudFlare, Akamai, MaxCDN, KeyCDN, dan yang lainnya.

Optimalkan File Gambar

File gambar di dalam halaman HTML merupakan faktor nomor dua setelah video yang dapat menurunkan kinerja website. Kebanyakan file gambar memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan file-file lain yang dibutuhkan oleh halaman web. Untuk mengoptimalkan file gambar biasanya dilakukan dengan cara mengurangi resolusinya, menghilangkan meta gambar, dan mengonversinya ke format lain seperti format WebP. Untuk mengoptimalkan gambar dapat dilakukan dengan menggunakan software seperti PhotoShop atau yang sejenisnya dan bisa juga secara online. Banyak sekali situs yang memberikan layanan untuk mengoptimalkan gambar tanpa harus mengurangi kualitas gambar seperti ShortPixel, JPEG Optimizer, Kraken.io, Tiny PNG, dan lain-lain.

Optimalkan JavaScript

Saat ini, hampir seluruh halaman web menggunakan JavaScript untuk meningkatkan kualitas dan fitur website. Fitur-fitur sebuah website, kebanyakan dilakukan oleh JavaScript. Semakin canggih website biasanya semakin banyak menggunakan JavaScript. Meskipun JavaScript memiliki banyak keunggulan dan merupakan kode penting untuk sebuah website, tetapi JavaScript dapat menyebabkan render blocking dan memperlambat kinerja website. Terdapat beberapa cara agar JavaScript tetap berjalan secara maksimal tanpa harus mengorbankan performa website, seperti meminifikasi JavaScript (minify), menggunakan HTPP2 Push, menangguhkan atau memuatnya secara tidak sinkron, dan meletakan kode JavaScript di baris paling akhir halaman web (biasanya diletakan sebelum </body>).

Optimalkan CSS

Selain menggunakan JavaScript, website juga harus menggunakan CSS agar tampilan website terlihat indah dan menarik. Untuk mengoptimalkan CSS biasanya dilakukan dengan cara meminifikasi, menghapus kode CSS yang tidak digunakan, menggunakan HTTP2 Push, serta menggunakan CCSS (critical CSS). CCSS adalah metode untuk memuat kode CSS yang hanya diperlukan oleh halaman web pada bagian atas atau halaman web yang hanya muncul di layar.

Kurangi Permintaan HTTP

Semakin banyak permintaan HTTP yang dilakukan oleh web browser maka akan semakin banyak aset yang akan dikirimkan oleh server dan ini biasanya akan membuat waktu pemuatan halaman web menjadi lambat. Jika sebuah website memiliki beberapa file gambar, JavaScript, atau CSS yang terpisah, maka permintaan terhadap file tersebut akan dilakukan satu-persatu. Untuk mengatasinya yaitu dengan cara menggabungkan seluruh file CSS atau JavaScript menjadi satu file saja. Jika akan menggabungkan file CSS atau JavaScript maka harus dilakukan secara hati-hati dan mengurutkannya dengan benar agar fungsi CSS dan JavaScript berjalan dengan baik. Untuk mengurangi permintaan file gambar dapat dilakukan dengan menggunakan CSS Sprites. Metode CSS Sprites adalah menggabungkan beberapa file gambar menjadi satu file dan dengan CSS Sprites dapat menampilkan bagian area gambar tertentu saja.

Kurangi File Eksternal

Menggunakan file eksternal seperti Bootstrap atau Jquery dapat memperingan kinerja server. Tetapi biasanya file eksternal akan dimuat sangat lambat oleh web browser. Untuk mengurangi permintaan file eksternal, yaitu dengan cara menyalin kode (untuk eksternal CSS dan JavaScript) dan menyimpanya dalam bentuk file di server sendiri. Saya pribadi menyalin kode Google Analytics (analytics.js) dan menyimpannya di server sendiri.

Mengizinkan Penyimpanan File di Browser (Browser Cache)

Jika semua metode di atas sudah dilakukan, maka hal terakhir yang paling penting untuk meningkatkan kecepatan website adalah dengan memerintahkan web browser untuk menyimpan file statis seperti CSS dan JavaScript di memori penyimpanan milik pengunjung. Sehingga ketika mereka mengunjungi kembali website, maka web browser tidak akan melakukan permintaan file statis karena sudah memilikinya.

Kesimpulan

Sebenarnya masih banyak metode atau cara untuk meningkatkan kecepatan website. Yang dibahas di atas hanyalah beberapa metode yang cukup signifikan untuk meningkatkan kecepatan website. Pada kesempatan lain, mungkin saya akan menambahnya lebih detail lagi. Saya sarankan agar banyak membaca dan mencari informasi dari blog lain tentang cara meningkatkan kecepatan website.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *